Flim Sexy killers

Flim pendek dokumenter "Sexy killers". Tentang penambangan batubara yang terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur. Dimana lahan pertanian habis dilubangi untuk lahan batubara sehingga petani tidak memiliki pekerjaan, bahkan untuk air bersihpun tidak ada. Menariknya lagi para petani tersebut tidak dapat diprotes oleh pemerintah karena akan ditangkap dan dipenjara dengan alasan mengganggu operasi perusahaan. Banyak dari masyarakat yang meninggal akibat tenggelam di bekas galian tambang batubara yang tidak direklamasi dan ditimbun kembali. Terkait dengan adanya perusahaan yang merugikan warga seperti pertambangan batu bara dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Ini terjadi di Borneo, Kalimantan Timur tepatnya awal Oktober 2015. Awalnya Kawasan pertambangan batu bara dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tersebut sangat hijau dan indah. Namun kini menjadi kawasan yang sangat rusak akibat lubang tambang yang tidak ditutup kembali setelah penggalian membuat kawasan sekitar menjadi tercemar. Terkhusus para petani yang mengalami kerusakan pada sawah-sawah akibat limbah seperti endapan lumpur dari pertambangan tersebut. Perusahaan tersebut tidak peduli akan terjadinya dampak yang akan dialami warga. Padahal lubang tersebut akan mengakibatkan banyaknya berbagai korban jiwa karena letaknya yang berdekatan dengan sekolah dasar. Apalagi dalam proses pengangkutan batu bara juga turut menimbulkan dampak terhadap lingkungan yakni rusaknya terumbu karang. Banyak jangkar kapal dilempar seenaknya dan batu bara tersebut tercecer sehingga merusak ikan-ikan dilaut. Perilaku yang dilakukan berdampak bagi para nelayan yang sehari-hari mencari uang dari hasil mencari ikan dilaut, berkurangnya penghasilan para nelayan didesa tersebut. Wildan Siregar dari Walhi Jawa Barat mengatakan, film "Sexy Killers" menunjukkan perubahan besar di industri batu bara Indonesia. Kata dia, negara-negara Eropa sudah kurang berminat dengan batu bara karena dampak lingkungannya. Akibatnya, harga komoditas ini pun turun dan Indonesia harus menggunakan batu bara yang terlanjur ditambang.“Segala pencemaran itu kan harusnya setahun dan beda musim. Kadang-kadang mereka ambil sehari, dua hari. Jadi sampel yang dilihat untuk menentukan ada pencemaran atau tidak, tidak clear. Dan itu standarnya tidak sesuai,” jelasnya lagi.

Komentar